Koleksi Aksesoris & Cunduk Mentul Pengantin Solo: Simbol Kemakmuran & Doa Pengantin Jawa
Dalam tata rias pengantin adat Solo Putri dan Solo Basahan, perhiasan kepala atau cunduk mentul bukanlah sekadar aksesoris pelengkap keindahan fisik. Jumlah cunduk mentul yang dipasang di atas sanggul memiliki filosofi spiritual yang sangat mendalam bagi kedua mempelai.
Pada pakem keraton Surakarta, pengantin putri mengenakan 7 atau 9 buah cunduk mentul berbentuk kembang goyang emas. Angka tujuh (pitu) menyimbolkan 'pitulungan' atau pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam mengarungi biduk rumah tangga. Sementara angka sembilan menyimbolkan sembilan lubang hawa nafsu manusia yang harus senantiasa dijaga kesuciannya.
Atelier eSAJe sikop menyediakan koleksi perhiasan tembaga sepuh emas 24 karat yang dibuat langsung oleh pengrajin kriya logam keraton, memastikan kilau orisinalitas tanpa terasa berat di kepala pengantin.
Tertarik Menyewa Busana Terkait Topik Ini?
Konsultasikan kebutuhan busana adat, kebaya, wedding, atau kostum Anda langsung dengan perancang kami.
Anita Sari
Founder & Cultural Stylist
Perancang busana, kurator kostum karnaval, dan pendiri eSAJe Sikop & ESMO Modelling School di Surakarta.
Artikel Terkait Lainnya
Lihat Semua →
Solo Batik Carnival 2026: Mahakarya Kostum Garuda Kencana Memukau Ribuan Penonton
Panduan Lengkap Pakem & Filosofi Busana Adat Solo Basahan untuk Pementasan Tari Keraton